TOEFL sekarang merupakan tahap yang makin banyak dipersyaratkan perguruan tinggi Indonesia, baik S1 maupun Pascasarjana. Bila anda termasuk salah satu yang ingin mencari cara praktis, kiat, tips atau semacamnya untuk lulus TOEFL, maka percayalah bahwa kiat-kiat instant seperti itu menyesatkan. Keinginan banyak orang untuk serba instan ditambah dengan kecanggihan orang-orang memanfaatkan celah itu telah melahirkan mitos (baca: kesalahan konsepsi) tentang cara lulus TOEFL. Jangan pernah percaya dengan pihak yang mengatakan dapat meningkatkan TOEFL bila mengikuti kiat-kiatnya. Cobalah berpikir terbuka dan perhatikan alasan-alasan berikut:

  • Aneka kiat praktis atau “cara jitu” lulus TOEFL dengan gampang itu BOHONG
Kiat lolos TOEFL yang digembar-gemborkan broker kursus lewat selebaran maupun Web itu tidak perlu dipercaya karena hampir semuanya tidak benar. Pernyataan ini mungkin tidak menyenangkan Anda, tetapi begitulah kenyataannya. Kalau kita mau lulus TOEFL, maka syaratnya (dari dulu sampai kiamat) hanya ada satu: belajar. Anda cukup beruntung bila sudah memiliki kemampuan bahasa Inggris yang mencukupi. Untuk lulus TOEFL, Anda tinggal belajar selangkah lagi. Ini tidak berarti bahwa yang kemampuan bahasa Inggrisnya belum baik tidak pernah bisa lulus TOEFL. Jauh dari itu maksudnya, karena tidak ada yang mustahil dicapai asal kita sungguh-sungguh.
  • Kiat-kiat praktis lulus TOEFL itu mempersubur kecenderungan kita berfikir instan
Mitos aneka kiat lulus TOEFL yang sekilas menjanjikan itu diperparah oleh kecenderungan hampir semua orang untuk berpikir instan, cepat dan gampang. Mustinya kita sadar bahwa segala sesuatu yang instan itu hasilnya tidak akan seperti yang melalui proses ”sewajarnya”. Saya yakin, bila di depan anda disajikan bubur instan dan bubur Mang Haji Oyo dari Bandung yang uenak itu, anda tidak akan memilih bubur instan! Ini artinya, kalau kita ingin lulus TOEFL, maka kita harus menempuh proses belajar yang barangkali tidak mudah, tidak cepat, dan tidak menyenangkan. Keinginan yang kuat akan mengantarkan anda meraih hasil yang pantas. Di ujing proses itu ada reward yang membanggakan.
  • Mitos cara praktis lulus TOEFL itu menipu diri sendiri dan orang lain, bahkan anda bisa menjadi korban penipuan.
Ini terjadi bila yang dimaksud dengan ”cara praktis lulus TOEFL” itu adalah dengan cara perjokian, alias membayar untuk dapat sertifikat TOEFL sesuai dengan skor yang kita kehendaki. Banyak orang yang terlibat dalam perjokian TOEFL yang kotor, salah satunya yang pasang iklan TOEFL instan ini. Tragisnya lagi, sertifikat TOEFL itu dipergunakan untuk sekolah…. 🙁 Bukankah anda hanya menipu diri sendiri dan orang lain? Terakhir, tidak menutup kemungkinan bila keinginan instan untuk lulus TOEFL itu justru dimanfaatkan orang-orang yang cari untung dengan menipu kita, dengan cara cantik maupun kasar.

Begitulah, mudah-mudahan penelanjangan tentang miskonsepsi kita mengnai kiat atau tips praktis lulus TOEFL ini membuka mata kita untuk tidak terjebak ke dalam kesalahan yang mengerikan. Sudah saatnya kita keluar dari mentalitas instan dan korup agar kita bisa menjadi bangsa yang besar.